TEMANTA - Meski di beberapa daerah di Pulau Jawa banyak koperasi desa yang tutup, hal itu tidak terjadi di Sulawesi Selatan. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Sulsel justru masih menunjukkan semangat untuk terus berjalan dan berkembang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Eka Prasetia, mengatakan bahwa dirinya sudah berkunjung ke sejumlah desa, bahkan ke daerah terpencil, dan melihat langsung semangat masyarakat yang ingin koperasi tetap jalan.

"Saya sudah mengujungi banyak KDMP di sejumlah wilayah Sulsel. Bahkan saya sempat ke desa terpencil. Ternyata koperasi ini masih semangat. Hanya saja baru mempersiapkan diri untuk beroperasi. Jadi semua ini dalam proses untuk pengoperasian,” ujarnya.

Menurut Andi Eka, agar koperasi bisa berjalan dengan baik, yang dibutuhkan saat ini adalah sosialisasi, koordinasi, dan kerjasama antara berbagai pihak, termasuk BUMN, HIMBARA, dan KDNP.

"Tapi semangatnya mereka masih ada untuk membentuk kooperasi di desa. Jadi yang perlu dipikirkan ke depannya ini adalah sosialisasi, kemudian koordinasi, dan yang paling utama adalah kerjasama.
Baik antar BUMN, HIMBARA, maupun ke
KDNP," lanjutnya

Ia juga menjelaskan, salah satu alasan koperasi di Sulsel masih bertahan adalah karena masyarakatnya punya semangat dan usaha yang kuat, sehingga tidak mudah menyerah.

“Pemerintah juga akan memastikan sama beroperasi dan mengevaluasi, melakukan monitoring, evaluasi bagi KDMP. Seiring itu juga kami melakukan pembinaan, pendampingan, baik itu pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, yaitu Dinas Kementerian Terkait dan Dinas Terkait,” tambahnya

Saat ini, ada sekitar 3.059 koperasi desa di Sulawesi Selatan. Jumlah ini cukup banyak, dan menurut Andi Eka, petugas di lapangan juga terus berusaha membantu koperasi agar tetap aktif.

"Jadi, kami bersama BUMN, masih progresif melakukan menyasar KDMP. Karena kami di Sulawesi Selatan 3059 ini ya lumayan juga, tidak sedikit dibanding dengan petugas-petugas BUMN yang ada,” tutupnya.