TEMANTA — Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) bersama UPT PLUT KUMKM Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan menggelar Kajian Literatur Bisnis bertema “Transformasi dan Inovasi Koperasi dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula UPT PLUT KUMKM Sulsel, Makassar, itu dihadiri lebih dari 80 peserta dari unsur pemerintah, koperasi, akademisi, praktisi, dan pelaku pendamping UMKM.

Plt Kepala UPT PLUT KUMKM Sulsel, Luqi Ubaidi Azis Halim, S.STP., M.Tr.A.P., mengatakan forum tersebut digelar untuk memperkuat peran koperasi dalam menghadapi tantangan tata kelola dan pengembangan usaha.

Selain itu, forum juga membahas pemikiran Bustanil Arifin tentang demokrasi ekonomi yang dinilai masih relevan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Umum ABDSI, Bahrul Ulum Ilham, S.Pd., M.M., Ph.D., mengatakan koperasi harus kembali diperkuat sebagai penggerak ekonomi rakyat melalui sistem pendampingan dan tata kelola yang baik.

Menurutnya, hasil forum akan dirumuskan menjadi policy brief sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulsel menegaskan dukungannya terhadap pengembangan koperasi modern melalui program KDMP dan penguatan fungsi PLUT sebagai pusat pendampingan koperasi.

Ekonom senior Dr. Nur Sutrisno menilai koperasi akan berkembang jika diberi peran nyata dalam rantai pasok pangan dan didukung koordinasi lintas sektor yang kuat.

“Koperasi harus menjadi rumah layanan bagi anggotanya,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi dan penyusunan rekomendasi penguatan koperasi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan Kementerian Koperasi dan UKM RI.