TEMANTA – Kelompok Resourceful Bakti Champions Movement (RBCM) Universitas Hasanuddin sukses menginisiasi langkah strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui program pendampingan usaha bertajuk "TechUp". Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2026, di Nutrihub Makassar ini secara spesifik menyasar komunitas teman tuli untuk memberikan literasi mendalam terkait aspek legalitas usaha dan transformasi digital.

Dalam upaya memastikan materi yang disampaikan bersifat aplikatif, RBCM menghadirkan Muh. Yusri, S.S., M.Bns., dan Ichsan Kamil A Hafid, S.Pd., M.Pd Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Muh. Yusri menekankan pentingnya standarisasi usaha sejak dini. Ia menyatakan bahwa legalitas bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen perlindungan dan pintu masuk bagi pelaku usaha untuk mengakses berbagai program bantuan pemerintah maupun permodalan.

"Legalitas usaha adalah tiket bagi UMKM untuk naik kelas. Bagi teman-teman di komunitas disabilitas, memiliki legalitas yang sah akan memberikan rasa percaya diri dan posisi tawar yang lebih kuat di pasar," tegas Muh. Yusri.

Sementara itu, Ichsan Kamil A. Hafid, S.Pd memberikan panduan teknis mengenai digitalisasi bisnis bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan media sosial saat ini bukan sekadar sarana promosi, melainkan alat utama untuk membangun identitas merek yang kuat. Menurutnya, pelaku usaha harus mampu mengoptimalkan visual dan narasi di platform digital guna menjangkau audiens yang lebih luas secara efektif.

"Digitalisasi adalah kunci pertumbuhan. Saya mendorong teman-teman untuk mulai melakukan strategi pemasaran digital secara terstruktur, mulai dari kurasi konten di media sosial hingga membangun identitas merek yang konsisten. Dengan memanfaatkan tools yang ada, UMKM skala mikro pun memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di pasar modern dan meningkatkan efisiensi operasional bisnis mereka," tambah Ichsan.

Perwakilan RBCM Unhas, Ratu Brilian Shaleha, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen terhadap inklusivitas ekonomi.

"Tujuan utama kami adalah meminimalisir hambatan akses informasi bagi rekan-rekan komunitas disabilitas. Melalui program TechUp, kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha, termasuk teman tuli, memiliki kapasitas dan akses yang setara untuk meningkatkan daya saing serta profesionalisme bisnis mereka di era digital," ujar Ratu dalam keterangannya.

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi katalisator dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif di Kota Makassar. Sinergi antara akademisi dan praktisi ini diharapkan mampu menciptakan landasan kuat bagi para pelaku UMKM disabilitas untuk terus tumbuh, mandiri, dan tangguh di tengah disrupsi teknologi.