TEMANTA – Misi besar memajukan UMKM di wilayah Indonesia Timur terus digenjot. Buktinya, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) khusus datang ke Makassar untuk ngulik rahasia sukses UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan, Kamis (8/5/2026).

Kunjungan kerja ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan langkah strategis Sulbar untuk mencontek alias mereplikasi model layanan dan sistem pendampingan UMKM yang sudah berjalan mulus di Sulsel.

Kehadiran rombongan dari Sulbar ini disambut hangat oleh Kepala UPT PLUT Sulsel didampingi Konsultan Plut. Menurutnya, kolaborasi antarprovinsi ini sangat penting untuk ekosistem usaha.

“Kami terbuka banget untuk sharing semua praktik baik di sini. PLUT Sulsel memang lahir untuk jadi rumah besarnya UMKM. Intinya, semua urusan dan masalah usaha, kita selesaikan di satu atap,” ungkap Kepala UPT PLUT Sulsel, Luqi Ubaidi Azis Halim, S.STP, M.Tr.A.P.

7 Jurus Jitu Pendampingan UMKM ala Sulsel

Biar UMKM tidak cuma jalan di tempat, PLUT Sulsel punya 7 layanan andalan yang bikin pelaku usaha bisa cepat naik kelas. Ketujuh layanan keren ini dipaparkan langsung di depan rombongan Sulbar:

Konsultasi Bisnis: Urus NIB, HKI, sertifikasi halal, sampai BPOM dibantu secara gratis!

Pendampingan Intensif: Konsultan PLUT bakal turun tangan mengawal UMKM selama 6-12 bulan sampai benar-benar siap bersaing.

Akses Pembiayaan: Bantu bikinin proposal usaha sekaligus dihubungkan langsung ke KUR, LPDB, perbankan, hingga investor.

Pemasaran: Mulai dari kurasi, foto produk estetik, masuk ke e-commerce, ikut pameran, sampai business matching buat ekspor.

Pengembangan SDM: Ada kelas asyik bahas digital marketing, keuangan, packaging, sampai sertifikasi BNSP.

Inkubasi Bisnis: Program setahun penuh buat tenant terpilih yang difasilitasi co-working space dan mentoring eksklusif.

Jejaring Kemitraan: UMKM bakal disambungkan dengan ritel modern, hotel, BUMN, bahkan buyer dari luar negeri.

Sulbar Siap Tancap Gas Adopsi Sistem PLUT Sulsel

Kepala Dinas Koperindag Sulbar, H. Masriadi Nadi Atjo, SE, M.Si mengakui, meski pihaknya sudah punya PLUT sendiri, masih ada beberapa hal yang perlu dimaksimalkan. Lewat kunjungan ini, mereka siap membawa "oleh-oleh" ilmu untuk diterapkan di daerahnya.

“Kami akan adopsi skema konsultan tetap, layanan 7 pintu, dan sistem evaluasi berbasis omzet seperti di Sulsel. Ini penting banget biar UMKM di Sulbar nggak jalan sendiri-sendiri lagi,” tegasnya penuh optimisme.

Setelah sesi diskusi yang seru, rombongan langsung diajak tour keliling melihat fasilitas kece di PLUT Sulsel. Mulai dari ruang display produk, studio foto, co-working space, sampai fasilitas inkubator untuk kuliner, fesyen, kemasan, IT, hingga area cafe sambil ngobrol bareng konsultan.

Langkah Nyata, Bukan Cuma Wacana

Kunjungan ini nggak cuma berakhir di meja diskusi. Kedua pihak sepakat untuk langsung action lewat 3 langkah konkret:

1. PLUT Sulsel resmi jadi pembina untuk PLUT Sulbar.

2. Program magang bagi staf PLUT Sulbar di Makassar.

3. Penyusunan SOP bersama agar standarnya sama-sama berkualitas.

“Harapannya, kolaborasi Sulsel dan Sulbar ini bisa memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia Timur. Ingat, kalau UMKM naik kelas, ekonomi daerah pasti ikut melesat!” tutup Luqi.