TEMANTA – Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil mencatatkan prestasi gemilang pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang UMKM dan Kewirausahaan 2026 yang digelar di D.I. Yogyakarta, Kamis (5/2). Sulsel dinobatkan sebagai provinsi dengan performa tertinggi secara nasional dalam pengunggahan data UMKM potensial akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

Berdasarkan data yang dipaparkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berhasil mencapai angka keterisian data hingga 97%. Capaian luar biasa ini mendapat sorotan dan apresiasi langsung dari Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Adha Damanik, yang hadir sebagai narasumber dalam sesi tersebut.

"Capaian Sulawesi Selatan yang menyentuh angka 97% dalam mengunggah data UMKM potensial akses KUR melalui SIKP ini adalah standar luar biasa bagi Pemerintah Daerah. Saya sangat mengapresiasi kinerja tim di Sulsel yang sangat proaktif. Ini adalah kunci agar subsidi bunga KUR tepat sasaran dan benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan," tegas Riza.

Komitmen Pemprov Sulsel

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetya, yang hadir langsung mewakili Provinsi Sulsel, menyampaikan bahwa prestasi ini adalah hasil kerja keras kolektif untuk mempercepat pemulihan ekonomi melalui sektor UMKM.

"Alhamdulillah, apresiasi dari Bapak Deputi menjadi penambah semangat bagi kami di Sulsel. Angka 97% ini mencerminkan komitmen kami untuk memastikan tidak ada pelaku usaha potensial di Sulsel yang kehilangan kesempatan mendapatkan modal KUR hanya karena kendala administratif data," ungkap Andi Eka Prasetya.

Ia menambahkan bahwa sinkronisasi data SIKP ini juga akan mendukung program strategis lainnya seperti digitalisasi UMKM dan peningkatan rasio kewirausahaan nasional yang ditargetkan mencapai 3,15% pada tahun 2026 oleh Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza.

Masa Depan UMKM Sulsel

Dengan basis data yang kuat, Sulawesi Selatan kini dipandang sebagai role model nasional dalam integrasi data keuangan UMKM. Hal ini diharapkan dapat mempermudah perbankan dalam menyalurkan pembiayaan secara lebih masif ke pelosok daerah di Sulsel, mulai dari sektor pertanian di wilayah pelosok hingga pelaku industri kreatif di perkotaan.

Rakornas ini juga menjadi momentum bagi Kementerian UMKM untuk mendorong daerah lain mengikuti jejak Sulsel dalam memperkuat Basis Data Tunggal (BDT) melalui platform SAPA UMKM demi mewujudkan UMKM yang "Berani, Visioner, dan Berdampak".