TEMANTA - Tantangan transformasi bisnis berbasis teknologi menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya lincah secara digital, tetapi juga sadar akan tanggung jawab hukum. Hal ini mengemuka dalam kegiatan bertajuk "Penguatan HAM bagi Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha" yang digelar di UPT PLUT Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kemenham Sulawesi Selatan ini mengusung tema spesifik: "Hak Ketenagakerjaan dan Privasi di Era Digital: Melindungi Pekerja dan Konsumen dalam Transformasi Bisnis Teknologi".

Plt. Kepala PLUT Sulsel, Luqi Ubaidi Azis Halim, S.STP, M.Tr.A.P, menegaskan bahwa di tengah persaingan ketat, indikator "naik kelas" bagi UMKM kini telah bergeser ke arah keberlanjutan dan etika.

"UMKM naik kelas bukan hanya soal omzet, tapi juga bagaimana soal menghormati HAM. Mengapa ini penting? Karena pasar global dan investor menilai UMKM dari dampak lingkungan dan sosial yang dilakukan," tegas Luqi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pelaku usaha harus mulai fokus pada aspek fundamental seperti: Pengelolaan Limbah: Menunjukkan tanggung jawab terhadap ekosistem. Fokus pada Manusia: Memberikan upah layak serta menjamin Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) karyawan. Manajemen Profesional: Membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Senada dengan hal tersebut, Kakanwil Kemenham Sulsel, Andi Basmal, S.Sos., S.H., M.H., yang diwakili mengapresiasi ruang dialog lintas sektor ini. Baginya, membangun kesadaran HAM adalah investasi jangka panjang bagi pelaku usaha.

Dari sisi teknis, Konsultan PLUT Sulsel, Dr. Bachtiar Baso, S.Pd., MM, mengingatkan ancaman nyata di era digital, yakni kebocoran data. "UMKM harus menjaga data pelanggan karena sangat berbahaya jika tersebar. Sekarang sudah ada aturan hukum ketat yang melindungi privasi orang," jelasnya.

PLUT Sulsel Siap Beri Pendampingan Total

Sebagai rumah bagi para pelaku usaha, PLUT Sulsel memastikan tidak akan membiarkan UMKM berjalan sendirian menghadapi perubahan regulasi ini.

"Kami siap memberikan pendampingan penuh. Terkait segala kebutuhan UMKM, semuanya sudah tersedia dan terintegrasi di PLUT Sulsel," tutup Luqi Ubaidi.

Melalui edukasi ini, diharapkan UMKM di Sulawesi Selatan mampu bertransformasi menjadi bisnis berbasis teknologi yang tetap menjunjung tinggi hak pekerja dan privasi konsumen, sekaligus siap bersaing di level internasional.