TEMANTA - Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan terus melakukan penguatan ekonomi daerah sepanjang 2025 melalui sejumlah program strategis, mulai dari pengendalian inflasi, promosi investasi, hingga pengembangan UMKM dan ekonomi syariah.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga, BI bersama Pemprov Sulsel dan TPID memperkuat kolaborasi melalui Rakor TPID, Capacity Building, serta pemanfaatan Neraca Pangan SIGAP SULTAN.

Program Mini Distribution Centre juga diperluas hingga mencakup delapan kabupaten/kota, termasuk Makassar, Parepare, Maros, hingga Tana Toraja. Di sektor investasi, BI dan Pemprov menghadirkan South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) yang menjaring 18 proyek clean and clear.

Sementara South Sulawesi Investment Forum (SSIF) berhasil mempromosikan 23 proyek strategis dengan potensi investasi Rp7,90 triliun.

Untuk penguatan UMKM, BI menyelenggarakan bootcamp UMKM REWAKO, pameran Karya Kreatif Sulsel, dan Trade Expo. Puncaknya, pada November 2025, Anging Mamiri Business Fair (AMBF) berhasil membukukan MoU ekspor senilai Rp228,12 miliar dengan 30 buyer dari 17 negara.