10 Layanan Gratis Plut Sulsel Siap Bawa UMKM Naik Kelas
TEMANTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Koperasi dan UKM menghadirkan 10 layanan gratis untuk mendorong para pelaku UMKM Sulsel naik kela...
TEMANTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Koperasi dan UKM menghadirkan 10 layanan gratis untuk mendorong para pelaku UMKM Sulsel naik kelas.
Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM, layanan tersebut akan mendorong para Pelaku UMKM di seluruh Kabupaten/Kota hadirkan produk Andalan yang bisa naik kelas.
Layanan yang diberikan oleh PLUT Sulsel yakni: 1) Konsultasi dan Pendampingan Usaha, 2) Pendaftaran pada sistem Perizinan Berusaha terintegrasi secara elektronik.
3) Pelatihan Teknis dan manajerial, 4) pemenuhan sertifikasi dan standarisasi produk, 5) pengembangan produk unggulan daerah, 6) pengembangan kemasan produk, 7) promosi dan pemasaran produk serta informasi pasar.
8) Inkubasi bisnis, 9) Pendataan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Wiraswasta, 10) Seleksi pelaku usaha dan kurasi produk Usaha mikro dan Usaha kecil.
"Seluruh layanan layanan yang diberikan ini tanpa biaya alias gratis,"kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sulsel, Andi Eka Prasetya.
Ia mengatakan hadirnya PLUT ini atas inisiasi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang ingin menghadirkan satu layanan terpadu untuk pelaku UMKM.
“Pada prinsipnya kita open bagi UMKM ini bisa dikata hilirisasi bagi umkm, ada pelatihan, ada produk mau buat kemasan ada juga disana semua gratis. Bantuan modal juga hanya butuh rekomendasi dan kurasi,” kata Andi Eka kepada Temanta, Rabu (26/11/2025).
Sementara itu, Kepala UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu Dinas Koperasi UKM Sulsel, Iffah Rafida Djafar mengatakan dalam layanan ini ada 8 konsultan yang eksper siap melakukan pendampingan.
“PLUT memiliki 8 Konsultasi yang eksper dibidangnya masing-masing sebagai pendamping, sdm, produksi, kelembagaan, keuangan, IT,” ucapnya.
PLUTjuga melayani pendampingan untuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai sinkronisasi dengan OSS.
“Pelatihan teknis dan manajerial kami mempunyai 5 inkubator andalan yaitu kuliner untuk pengolahan pangan, fashion seperti jahit menjahit atau kerajinan, ada inkubator digital misalnya bagaimana membuat laporan keuangan berbasis aplikasi,” sebutnya.
“Ada inkubator kemasan yang gratis sesuai kaidah yang diinginkan standar kemasan misalnya untuk ekspor. Kami didampingi konsultan desain andalan ada dari Jepang. Kami memiliki inkubator studio mengajarkan cara memasarkan menggunakan media tiktok, medsos,” lanjut Iffah.